Pesan dari Langit

Pesan dari Langit


Aku melihatnya dari jauh

dengan wajah yang tak lagi
sedih, kucoba terbang
mendekat dari balik kawanan
awan yang sedang bercerita
tentang kesepakatan mereka
untuk turun mengunjungi
saudarinya, bumi.


Semakin aku terbang
mendekat, semakin ramai,
semakin ceria situasi dan
warna yang menyapa.
Ada banyak orang yang sama
menyapaku di padang awan
yang luas, entah sampai di
mana batasnya.


Setelah mendekat, aku lalu
memelukmu. Kemudian wejangan
itu kau tutur melalui tatapmu
yang berkaca, dan air
matamu turun membelai
rambutku layaknya
masa-masa dulu.


"Enu, melangkahlah. Jalan-jalanmu
takkan pernah sepi. Akan
selalu ada Aku di dalam nadi dan
parasmu yang sangat disayangi
oleh Mereka dan juga Dia."


Enu, bangunlah. Sepiring
cinta dan harapan telah
Ibu siapkan.